Inilah Dunia Q.....

Cinta itu g' harus memiliki....tapi cinta itu harus dimiliki....oce cuy...!!!

zwani.com myspace graphic comments
zwani.com myspace graphic comments
zwani.com myspace graphic comments

Konfigurasi Dasar

Setelah proses instalasi selesai, maka langkah selanjutnya adalah konfigurasi sistem. Seperti Sound, X-server, proses init, dan lain sebagainya.

Pada bagian ini, konfigurasi lebih ditujukan untuk kerperluan Desktop.

Untuk Konfigurasi Server (Apache, Sendmail, dan MySQL), Lihat dibagian Server.

Adduser

    Jika menggunakan komputer pribadi , sebaiknya Anda mempunyai nama user lain selain root.

    Tujuannya menjaga agar tidak "merusak" sistem operasi karena kesalahan seting ataupun ketidaksengajaan saat melakukan pekerjaan biasa dikomputer.

    Karena root adalah super user, maka jika login sebagai root , Anda dapat melakukan apapun terhadap sistem komputer. Termasuk meng-Kill diri sendiri :)

    root@darkstar ~# adduser

    kemudian isikan nama / id yang ingin dipakai. Pilihan lain dapat dipilih default dengan menekan Enter (sampai ….lebih dari 5 x..mungkin ) sampai pilihan password yang musti diisi.

    Slackware akan mengomentari password yang di isikan :
    Bad Password ! jika Anda sekedar mengisi password :1234567 hehehe

    Untuk Slackware 12, agar pengguna dapat menjalankan proses automounting maka perlu ditambahkan group plugdev,audio,video, dan power


      #adduser
      Login name for new user []: blue_angel
      User ID ('UID') [ defaults to next available ]:
      Initial group [ users ]:
      Additional groups (comma separated) []: plugdev,audio,video,power
      Home directory [ /home/blue_angel ]
      Shell [ /bin/bash ]
      Expiry date (YYYY-MM-DD) []:
      ...............dan seterusnya..........

Host Name & Jaringan

    Sebagai default, nama komputer adalah “darkstar” Jika ingin mengganti nama host, masuk ke konfigurasi Network.

    root@darkstar~#netconfig

    isi host dengan nama yang disukai. Semisal Cateyes Yang lainnya dapat diabaikan jika tidak terhubung kejaringan.

    Jika terhubung ke jaringan - LAN atau ke modem ADSL, isi konfigurasi lainya juga :) Selain lewat #netconfig, Anda dapat mengedit langsung file konfigurasi....cara hacker Hehehe

    Cari file /etc/rc.d/rc.inet1.conf


      # Config information for eth0:
      IPADDR[0]=""
      NETMASK[0]=""
      USE_DHCP[0]="yes"
      DHCP_HOSTNAME[0]=""

    Konfig di atas adalah DHCP (otomatis semua ). Saya dapat mengubahnya menjadi IP statik misalnya.


      # Config information for eth0:
      IPADDR[0]="192.168.1.7"
      NETMASK[0]="255.255.255.0"
      USE_DHCP[0]=""
      DHCP_HOSTNAME[0]=""
      Jangan lupa Gateway !
      # Default gateway IP address:
      GATEWAY="192.168.1.1"

    Jika Anda punya lebih dari 1 ethernet card, set juga untuk eth1, eth2, dan seterusnya. (kalau Anda membutuhkan).

    Virtual eth.

      Anda dapat juga membuat virtual eth meski hanya mempunyai sebuah ethernet card. Caranya jalankan instruksi :

      #ifconfig eth0:1 ipaddr=192.168.1.3 netmask=255.255.255.0

      Maka sudah tercipta virtual eth.

Seting Audio

    Slackware menyediakan paket ALSA untuk konfigurasi perangkat Audio komputer.

    Entah menggunakan chip Audio onboard ataupun card tambahan pada slot PCI motherboard , ALSA umumnya dapat mengenal perangkat Audio dengan baik.

    Oh-ya ! ALSA dapat anda jalankan dalam lingkungan teks mode ataupun dalam X environment. Sebagai root ketikan instruksi

    root@darkstar~# alsaconf

    Maka ALSA akan membangun database chip-chip Audio yang dikoleksinya dan kemudian mencoba mengenali chip audio yang ada pada motherboard. (meskipun tidak ada jaminan 100% berhasil).

    Jika berhasil, ALSA akan menuliskan ke fstab perangkat Audio Anda

    Langkah selanjutnya adalah menjalankan alsamixer

    root@darkstar~# alsamixer

    atur volume (yang didefault mute) dan konfigurasi lain seperti Line, Mic, Aux, dan lain sebagainya.

    Tiap Chip Audio mempunyai fasilitas yang berbeda. (yang pasti, pada semua chip audio yang ada adalah seting untuk volume :) )

    kalau sudah selesai, tekan Esc pada keyboard. Atau close terminal alsamixer Anda.

    Anda dapat menyimpan konfigurasi akhir Alsamixer dengan mengetikkan instruksi

    root@darkstar# alsactl store

Seting Xorg

    Ada 2 cara untuk seting sistem X / grafik. Cara Otomatis dengan menggunakan xorgsetup dan manual dengan xorgconfig

    Cara Otomatis : Sebagai root, jalankan xorgsetup :

      #xorgsetup

    Anda akan menerima beberapa pertanyaan mudah :)

    Cara Manual : Sebagai root, jalankan xorgconfig :

      #xorgconfig

    Anda akan menerima belasan pertanyaan/pilihan seperti resolusi monitor, driver chipset, dan lain-lain.

    Jika Anda cukup mahir, gunakan cara manual :)

Run Level

Jika Anda ingin setelah boot langsung ke mode grafik, sebagai root edit inittab. Letak inittab di /etc/inittab

    # Default runlevel. (Do not set to 0 or 6)
    id:3:initdefault:

    Ubah angka 3 di atas menjadi 4
    Jangan lupa save kembali file tersebut.

    Keterangan runlevel :


    # These are the default runlevels in Slackware:
    # 0 = halt
    # 1 = single user mode
    # 2 = unused (but configured the same as runlevel 3)
    # 3 = multiuser mode (default Slackware runlevel)
    # 4 = X11 with KDM/GDM/XDM (session managers)
    # 5 = unused (but configured the same as runlevel 3)
    # 6 = reboot

Printer
Servis printer di Slackware di atur oleh CUPS (Common Unix Printer System). Aktifkan CUPS dengan mengubah chmod /etc/rc.d/rc.cups dari 644 ke 755.

Anda dapat menggunakan #pkgtool untuk mengatur CUPS lewat menu atau lewat console untuk mengubah ijin file rc.cups agar diaktifkan saat booting.

    #chmod 755 /etc/rc.d/rc.cups

    Jika Anda pengguna printer HP (Hewllet Packard) aktifkan juga /etc/rc.d/rc.hplip

    #chmod 755 /etc/rc.d/rc.hplip

    Servis ini akan jalan saat booting lagi. Jika ingin segera jalan, lakukan instruksi selanjutnya.

    #/etc/rc.d/rc.cups start dan
    #/etc/rc.d/rc.hplips start

    Sekarang pada menu KDE, aktifkan printer Anda.

File Sistem pada Linux

Berbeda dengan sistem operasi Microsoft Windows yang membagi daerah pada hardisk dengan drive (drive C, D, E, dan seterusnya), Linux membagi daerah berdasarkan hirarki. Entah file atau direktori, semuanya tersusun dalam hirarki.

Perbedaan kedua, semua perangkat keras dalam sistem operasi Linux diwakili oleh file. Semisal perangkat keras hardisk diwakili oleh file hda1 dan hda2 ( file yang terletak pada /dev/hda1 dan /dev/hda2).

Jika Pembagian pada sistem operasi microsoft sebagai berikut :

Drive C (system C )

    Program files
    Documents and Settings
    Windows

Drive D

    Data Lagu MP3
    Data Video
    Data dokumenter

Maka di Linux adalah sebagai berikut :

    /bin
      berisi file user command pada Linux. Seperti ls, sort, chmod.

    /boot

      berisi file bootable Linux Kernel. Entah LILO atau GRUB. Pada slackware menggunakan LILO.

    /dev

      berisi file yang mempresentasikan akses point untuk perangkat keras pada komputer. (floppy disk (fd*) hardiisk (hd*) CDROM (cd*) dan lain-lain.

    /etc

      berisi file-file untuk konfigurasi sistem Linux.

    /home

      berisi direktori pengguna komputer (user) dengan account login.

    /lib

      berisi library dasar system.

    /media

      berisi direktori perangkat media (removable).

    /mnt

      Menyediakan lokasi untuk mounting perangkat keras seperti CDROM, hardisk, floopy, dan flashdisk.

    /opt

      berisi file/program Optional. (Seperti OpenOffice)

    /proc

      Berisi informasi yang disediakan oleh Linux Kernel

    /root

      heem…merupakan foldernya root –si superuser

    /sbin

      berisi instruksi administratif dan proses daemon

    /srv

      Symlink dengan /var/www (untuk /srv/www dan /srv/httpd ).Direktory web biasanya diletakkan di sini.(Slackware 12)

    /sys

      Direktory hasil kerja udev yang berisi informasi perangkat keras system (Slackware 12)

    /tmp

      berisi temporary file

    /usr

      berisi file dokumentasi, games, X11 , library.

    /var

      berisi file semua sistem log

File Permission
Setiap file atau folder dalam sistem Linux mempunyai file permission. Maksudnya tidak setiap user dapat membaca, menulis (termasuk menghapus) atau meng-execute sebuah file sesuka hatinya.

Contohnya :

    file pada root hanya root saja yang dapat membaca, menghapus, dan meng-execute.
    File pada /tmp hanya dapat dibaca saja oleh semua user, tetapi tidak dapat dihapus. (kecuali oleh root dan user empunya file)
    File sbin hanya dapat di execute oleh root saja.
    File account pada home hanya dapat dibaca oleh masing-masing user yang menpunyai accountnya saja. (kecuali jika ingin dishare ? )

File permission ini wajib dipahami dengan baik jika tidak ingin terjadi salah persepsi dalam berhubungan dengan sistem Linux.

Semisal Anda ingin men-share khan gambar foto digital Ayu Azhari yang sedang jalan –jalan di kalijudan, maka file permission harus memungkinkan bagi file tersebut untuk dibaca oleh lain user (tetapi tidak bisa dihapus jek !)

Susunan file permission dibagi menjadi 3 bagian :

    Owner-Group-Other

Tiap bagian terdiri dari 3 bit :

    r=read w=write x=execute

contoh 1 :

    sebuah file dengan file permission sebagai berikut :
    rwxr-xr-x
    hanya owner saja yang bisa hapus
    group dan other bisa baca dan execute
    group dan other tidak bisa hapus file tersebut.

Contoh 2 :

    Jika saya mempunyai file gambar foto digital waktu MOS dengan file permission sebagai berikut :

    rwx------
    hanya gue saja deh yang dapat baca / lihat file tersebut hehehe
    group ataupun yang lain gak boleh tahulah !
    dan yang terpenting---hanya gue saja yang bisa hapus file tersebut.

File permission pada sistem Linux di didefault sangat ketat. Hal ini merupakan keunggulan pada sistem Linux yang tidak didapatkan pada WIndows. Perlu diingat, Linux dikembangkan berbasis multi user, yang berarti keamanan data sangat ditekankan disini.

Basic Command Linux

Linux punya instruksi dasar yang diwariskan turun temurun :) Karena berbasis UNIX, maka instruksi dibawah ini umumnya Kompatible untuk semua distro linux, keluarga BSD,dan Solaris.

Untuk menjalankan instruksi di Linux, gunakan Terminal atau Shell. Ada banyak program shell, salah satu yang paling banyak digunakan adalah BASH (Bourne Again Shell)

Memang instruksi di linux mirip dengan instruksi ala DOS tempo dulu :) Tapi bedanya, instruksi di Linux sangat "powerfull" sedang instruksi DOS sangat "sontoloyo" alias lemot - lemah otak ! Hehehe

    cat
    Perintah untuk menampilkan isi teks file

    cat [namafile]
    #cat /etc/rc.d/rc.module
    $cat /tmp/suratcintabuatkamu

    cd
    Perintah untuk Pindah direktori

    $ cd [nama direktori]
    $ cd /home/mic/picture

    maka direktori aktif akan berpindah ke /home/mic/picture

    cfdisk
    Perintah untuk mempartisi hardisk
    #cfdisk /dev/sda

    chfn
    change finger information -perintah untuk merubah finger informatin user

    chfn [user name]
    $ chfn mic

    chgrp
    Memilih group owner dari sebuah file/direktori (hanya root yang bisa melakukannya ! )

    #chgrp [group] [file/direktori name]
    #chgrp eagle /tmp/raptor/data/test1.doc
    #chgrp eagle -r /tmp/raptor/picture

    r=recursive

    chmod
    Perintah untuk Mengubah mode proteksi /file permission file atau direktori

    $ chmod [permission] file/direktori

    RWX RWX RWX
    Owner Group Other

    $ chmod 755 /home/mic/picture/*.*
    RWXRWXRWX
    111101101


    $ chmod 700 /home/mic/secret
    rwxrwxrwx
    111000000

    clear
    Perintah untuk membersihkan layar
    $clear

    cp
    Perintah untuk Mencopy file

    $ cp [source] [destination]
    $ cp sakura.jpg /home/mic/picture

    maka file gambar sakura.jpg akan dipindahkan ke direktori /home/mic/picture

    grep
    Perintah untuk melakukan scan file terhadap karakter tertentu
    grep "pattern" filename
    $grep "love" /tmp/doc/*


    halt
    Perintah untuk meng-halt system (hanya root yang bisa ! )

    #halt –h now

    Matikan system sekarang !!

    init*
    Perintah melakukan perpindahan antar level.

    init 0123456

    0=halt the system
    1=single user mode
    2=multi user without NFS
    3=Full Multi user
    4=unused
    5=start X window
    6=reboot system

    # init 6
    reboot
    # init 5
    startx window

    Umumnya default adalah init 3

    ln- Symbolic Link
    Perintah untuk memberikan nama link terhadap suatu file
    $ ln -s [file] [ link name]
    $ ln -s /home/mic/picture/sakura.jpg saku

    locate*
    Perintah untuk pencarian file dengan cepat

    locate [file name]
    $locate UAS_Elektro2005.doc

    ls
    Perintah untuk Melihat isi direktori

    $ ls

    Akan ditampilkan isi folder Anda.

    $ ls -la

    akan ditampilan isi folder lengkap dengan hak akses (file permission)

    mkdir
    make directory- perintah untuk membuat direktori

    #mkdir /mnt/flashdisk
    #mkdir 755 /tmp/musik/dangdut

    mv
    Perintah untuk Memindah file /direktori

    $ mv [source] [destination]
    $ mv sakura.jpg /home/mic/picture

    file sakura.jpg akan dipindahkan ke direktori /home/mic/picture
    Hati-hati ! memindah berbeda dengan mencopy lho !

    $ mv sakura.jpg bunga.jpg

    Nama file sakura.jpg berubah menjadi bunga.jpg

    $ mv /home/mic/picture /home/mic/gambar

    Direktori /home/mic/picture berubah nama menjadi /home/mic/gambar

    ping
    Perintah untuk mengecek keaktifan suatu komputer/server dalam jaringan

    ping [hostname/IP number]
    #ping skylarx2
    #ping 192.168.0.17
    #ping www.yahoo.com (jika terhubung ke-internet)

    pkgtool
    Perintah pada slackware untuk menambah, meremove, melihat program. Pkgtool juga dapat digunakan untuk mengatur konfigurasi global sistem Linux. (Hanya berlaku bagi root ! )
    #pkgtool

    pwd
    Perintah untuk melihat direktori aktif

    $ pwd

    Jika Anda berada di /home/mic/lagu/avril, maka setelah mengetikkan pwd akan muncul

    /home/mic/lagu/avril

    rm
    Perintah untuk Menghapus file /direktori
    $ rm [file name]
    $ rm /home/mic/gambar/bunga.jpg
    $ rm -r /home/mic/gambar
    $ rm /tmp/musik/barat/asktoomuch.mp3

    pada contoh ke-3, penggunaan r akan menyebabkan semua file dan folder /home/mic/gambar akan 'amblas' :) (r= recursive)

    rmdir
    remove direktory - perintah untuk meremove directory


    #rmdir /tmp/musik/dangdut/omairama

    shutdown
    Perintah untuk shutdown

    Shutdown
    #shutdown -h now
    shutdown tanpa ada peringatan.
    #shutdown -t 15
    shutdown 15 detik lagi.....cepat save file Anda ! hehehe
    #shutdown -r now
    merestart komputer !

    startx
    Perintah untuk mengaktifkan system X window -- (perintah paling populer :))
    $startx

    Jika terjadi "kecelakaan" tekan Ctrl-Alt-Backspace untuk keluar dari system X window

    su
    Menjadi superuser atau log sebagai user ID lain

    $su [username]
    $su
    password :***************
    # (sudah sebagai superuser)
    $su michael
    password :***************
    $ (log sebagai michael)

    top
    Perintah untuk mengetahui proses yang terjadi

    $top

    touch
    Perintah untuk membuat file kosong
    touch [file name]
    $touch /tmp/cobadeh

    useradd /userdel*
    Perintah untuk menambah /menghapus user (hanya root yang bisa! )
    useradd [user name]

    #useradd swe4tg1rl
    #userdel rajajud1

    which
    Perintah untuk menunjukan letak file yang diakses
    which [file name]
    $which /tmp/data

    whereis
    Perintah untuk mencari sebuah file
    Whereis [namafile]
    $whereis bab2.doc

    xinit
    Init X window tanpa perlu masuk ke window manager

Tv Online